Bayanganmu datang dengan sejuta tentang kita, semuanya masih
terekam utuh pada memori ini, terkadang ku sakit dengan semuanya, namun
terkadang ku geli menggingatnya hingga membuatku tersenyum renyah. Diri ini tak
kuasa menampik cinta yang telah tak ada, rasa ini tidaklah serta merta hilang
dalam sanubari bahkan masih sangat melekat kokoh. Bukan ku yang mau, tapi
karena ku terbatas, terbatas karena ku tak mammpu melupakanmu.
Ingin kuteriak kencang memanggilmu dan memintamu untuk
bersikap lembut dan mengatakan ucapan-ucapan sayang yang melekat pada hati yang
mana dulu enngkau pernah melakukan sebelumnya.
Aku merindukanmu, sungguh. Tapi, semuanya telah berakhir.
Tak ada lagi cinta diantara kita hanyalah kenangan yang mengigkis perih dan
melekat membawaku pada lamunan yang tidak seharusnya adan dalam pikiran ini.
Aku perempuan bernaluri merasa masih memilikimu di saat ada
orang yang memanggilku dengan sebutan bagian dari keluargamu. Ternyata engkau
begitu sempurna dan lemah untuk aku miliki. Tapi rasa ini enggan beranjak, aku
masih mengharapkanmu tapi di satu sisi walaupun engkau kembali aku tak akan
membawamu masuk dalam hidupku.
Entahlah...
Sebenarnya, apa yang saya mau, apa semua ini hanyah ego
semata?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar