Senin, 20 Mei 2013

Aku anak siapa?



AKU ANAK SIAPA?
            Pertanyaan aku anak siapa sebenarnya adalah sebuah  kalimat Tanya yang sangat sederhana dengan hanya memiliki 3 unsur kata saja. Tapi, kalimat Tanya ini membuat saya bingung bahkan nyaris aku tak dapat menjawabnya. Sesekali aku berpikir dan bertanya-tanya tentang kehidupan ini, tentang kehidupan ini, tentang apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Aku selalu mempertanyakan identitas ini bahwa aku siapa dan anak siapa. Sesekali saya mencoba menjawab pertanyaan itu yang selama ini menjadi beban dalam benakku sampai saatnya saya merenung dan mencoba mengenali diri ini.
Aku seorang anak perempuan dari seorang ayah yang sangat bijaksana dan seorang ibu yang sangat lembut. Dengan sikap ayah yang bijaksana dan sifat ibu yang begitu lembut. Mereka selalu membangun dan menumbuhkan karakter positif dalam hidupku, mereka mengajarkanku banyak hal mulai dari cara bermain kala aku masih kecil sampai saatnya sekarang saya menjadi mahasiswa di sebuah pereguruan tinggi. aku memiliki dua orang kakak, yang pertama dia adal;ah seorang laki-laki nan bijaksana, sikapnya lebih seperti ayah, namun fisiknya lebih mirip dengan ibu meskipun dia seorang laki-laki ia mempunyai rambut lurus dan berkulit putih dengan hidung sedikit pesek. Kemudian kaka yang kedua dia adalah seorang perempan yang sangat ceria dan enerjik. Dia juga memiliki sifat seperti ayah layaknya kakak pertama namun dia sedikit manja dan lembut seperti ibu, matanya bulat dan coklat, putih dan mampunyai rambut yang hitam serta lebat layaknya ibu. Sedangkan aku , aku tak tau mirip siapa tapi kebanyakan orang bilang bahwa aku mpirip dengan ibuku, namun aku tak merasa seperti itu karena aku pikir bahwa kami memiliki perbedaan yang jauh, perbedaan itu mulai dari sifat, prilaku serta fisik. Begitu pula dengan ayah. Lalu aku mirip dengan siapa ?
Sebenarnya aturan yang sering berlaku ialah bahwa seorang anak atau keturunan akan menyerupai orangtuanya seperti dijelaskan dalam ilmu biologi bahwa selalu ada kemiripan diantara keluarga sebagai penerus sifat dari satu generasi kegenerasi berikutnya yang sering disebut dengan istilah hereditas. Akan tetapi, seorang anak laki-laki dan perempuan bukan merupakan salinan identik dari orang tuanya maupun saudar-saudaranya. Selain kemiripan yang terwariskan terdapat pula variasi. Saya pernah melihat seorang wanita dengan rambut ungu kemudian saya menyimpulkan bahwa dia tak mungkun mewarisi warna rambut yang terang itu dari orangtuanya. Disadari maupun tidak saya tel;h mentransformasi pengamatan warna rambut dan ciri-ciri lain ke daftar variasi yang saya temukan secara alamiah pada manusia. Mungkin karena terdapat macam-macam variasi dapat ditemakan mata berwarna coklat, biru,hijau , maupun abu-abu. Dengan rambut hitam, coklat pirang atau pirang. Mungkin ini hanya sebagian contoh variasi yang dapat saya amati pada individu-individu dalam suatu populasi. Prinsip-prinsip genetic tersebut, adanya hal-hal yang mendasar yang menyebabkan pewarisan sifat-sifat yang bermacam-macam dari satu individu ke individu lain.
Penjelasan tentang hereditas yang paling banyak dianut orang pada abad 18 ialah hipotesis percampuran akan tetapi hipotesis tersebut tidak dapat menjelaskan berbagai phenomena-penomena perwarisan sifat. Misalnya sifat yang muncul kembali setelah melompati satu generasi tersebut. Alternatif dari model percampuran adalah hipotesis pewarisan sifat partikulat yaitu gagasan tentang gen yang mana orang tua mewariskan unit diskret yang terwariskan gen yang tetap beridentitas terpisah dalam keturunan. Kumpulan gen organism lebih mirip dengan setumpuk kartu daripada seember cat seperti bermain kartu, gen dapat dikocok dan dibagikan dari generasi kegenerasi dalam bentuk yang utuh. Dari penjelasan ini apakah perbedaan yang melekat pada diri ini hanyalah bagian dari variasi tersebut ? Tapi, apakah perbedaan golongan darah yang mengalir dalam tubuh ini juga adalah sebagian dari variasi ?
Sebenarnya aku memiliki ayah dengan golongan darah A dan Ibu bergolongan darah B . sedangkan kakakku yang pertama bergolongan darah A dan kakakku yang kedua bergolongan darah AB namun aku memiliki golongan darah O. Pada awalnya aku merasa bahwa aku sedikit berbeda dengan yang lain namun setelah aku mencari informasi dan mempelajari ilmu genetika dan diteliti ternyata memang perkawinan antara individu yang memiliki darah A dan B  dapat menghasilkan keturunan dengan golongan darah A, B, AB dan O. seperti dijelaskan pada table dibawah ini.
Hubungan antara fenotipe goolongan darah sistem A,B,O Genotipe dan kemungkinan macam gamet
Fenotipe golongan darah
Genotipe
Kemungkinan macam sel gamet
A
IAIA,IAIO
IA,IO
B
IBIB,IBIO
IB,IO
AB
IAIB
IA,IB
O
IOIO
IO
4 macam
6 macam
3 macam

Golongan darah orang tua dan kemungkinan atau tidak mungkin pada golongan darah anak-anaknya
Fenotipe golongan darah orang tua
Kemungkinan golongan darah anak-anaknya
Golongan darah yang tidak mungkin ada
OXO
O
A,B,AB
OXA
A,O
B,AB
OXB
O,B
A,AB
OXAB
A,B
O,AB
AXA
A,O
B,AB
AXB
A,B,AB,O
-
AXAB
A,B,AB
O
BXB
B,O
A,AB
BXAB
A,B,AB
O
ABXAB
A,B,AB
O

Dari penjelasan table di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa golongan darah A apabila menikah dengan golongan darah B akan menghasilkan keturunan dengan golongan darah A,B.AB dan kemungkanan O. saya merasa lega setelah mengetahui penjelasan-penjelasan ini karena dapat meleburkan kebimbangan-kebimbangan yang selama ini menguras otak kananku sehingga adanya rasa kecurigaan terhadap kedua orangtuaku. Dan sekarang aku mengetahuinya bahwa perbedaan yang nampak pada benuk fisikku tak lain adalah bagian dari variasi induk yang di turunkan terhadap keturunan berikutnya. Namun, pewarisan sifat hereditas dapat pula berupa cacat dan penyakit, cacat dan penyakit menurun ini tidak bisa menurun namun tak dapat disembuhkan. Contohnya homopili, albino, buta warna, dan cacat pada jari kaki dan tangan.
Cacat pada jari tangan dan kaki ini Nampak pada penderita polidaktili yaitu mempunyai jari lebih atau tambahan jari pada satu atau dua tangan dan kakinya, tempat tambahannya yaitu di dekat kelingking. Polidaktili diwariskan orangtua kepada anak-anaknya melalui gen autosom dominan. Nampak pada perkawinan berikut.
P)       pp       > <          Pp
Ibu carier       bapak polidaktili
     p
G) p
                                                  P
F1) Pp = polidaktili = 50%
Pp = normal = 50%
Penderita brakhidaktili memiliki ruas-ruas tulang jari pendek, sehingga jari-jari tangan dan kaki pendek. Brakhidakliti dikendalikan oleh gen dominan yang dalam keadaan homozigot bersifat letal, sedangkan dalam keadaan heterozigot menderita brakhidakliti, dan untuk orang yang normal memiliki genotype homozigot resesif.
            Dalam pembahasan ini. Maka ilmu genetika dapat digunakan di berbagai bidang yaitu pertanian, peternakan dan kesehatan. Di bidang kesehatan, ilmu genetika banyak digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit, dapat mencegah timbulnya penyakit menurun, dan mengobati suatu penyakit. Dengandemikian, penyakit menurun dapat dicegah serta kelainan-kelainan bawaan dapat dihindari. Ilmu genetika juga dapat digunakan untuk mengetahui golongan darah dan mengetahui penyakit-penyakit yang menurun, sehingga dapat digunakan untuk mencegah perkawinan yang mempunyai hubungan keluarga guna menghindari munculnya penyakit menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar